Sabtu, 17 November 2012

Cetak Saring (Sablon) - Sebuah Pengantar


A. Definisi Cetak Saring
Cetak saring adalah salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar Nylon atau sutra. Layar ini kemudian diberi pola yang berasal dari negatif desain yang dibuat sebelumnya. Kain ini direntangkan dengan kuat agar menghasilkan layar dan hasil cetakan yang datar. Setelah diberi fotoresis dan disinari, akan terbentuk bagian-bagian yang bisa dilalui tinta dan tidak.
Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna.

B. Sejarah Cetak Saring
Menengok sejarah cetak saring atau cetak sablon telah lama dikenal dan digunakan oleh bangsa Jepang sejak tahun 1664, abad ke- 17. Ketika itu, Yuzensai Miyasaki dan Zisukeo Mirose mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif yang sebelumnya dibuat motif kimono dengan tulis tangan. Ternyata lebih menekan biaya sehingga kimono motif sablon mulai banyak digunakan oleh masyarakat Jepang.
Sejak itu, teknik cetak saring terus berkembang dan merambah ke berbagai negara. Pada tahun 1907, pria berkebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengembangkan teknik sablon menggunakan chiffon sebagai pola untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari benang sutera halus.
Bahan rajut inilah yang merupakan cikal bakal kain gasa untuk menyablon. Menyablon dengan chiffon caranya tinta yang akan dicetak dialirkan melalui kain gasa atau kain saring, sehingga teknik ini juga disebut silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutera. 

C. Perkembangan Cetak Saring
Setelah Perang Dunia II, teknik cetak saring terus berkembang pesat, inovasi-inovasi terus dilakukan sehingga munculah teknik-teknik baru, yang semula membuat motif secara sederhana kemudian berkembang dengan digunakannya komputer untuk membuat motif yang lebih bervariasi.
 Cetak saring mudah dikembangkan menjadi indistri kecil yang mandiri, karena :
1.      Peralatannya mudah didapat dan dibuat sendiri.
2.      Tidak memerlukan modal yang besar.
3.      Teknik pengerjaannya lebih sederhana.
4.      Pekerjaan dapat dilakukan tanpa memerlukan ruangan khusus.
5.      Dapat mengerjakan pesanan dalam jumlah yang kecil.
6.      Dapat mencetak di atas segala bahan dasar dan warna.
Selain hal hal tersebut diatas, percetakan dengan teknik cetak saring dapat dikembangkan menjadi industri yang mampu menyerap tenaga kerja. Sehingga dengan demikian dapat menunjang program pemerintah dalam hal penyediaan lapangan kerjayang sekaligus dapat mengurangi tingkat pengangguran di masyarakat.

Bersambung dulu ya....
Berikutnya adalah alat dan bahan yang digunakan dalam cetak saring dan prosesnya :)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar